Selasa, 20 Oktober 2015

Cerpenku, cinta tak selalu terbalas


Hari mulai senja, semburat jingga meghiasi angkasa. Waktu menunjukan pukul 18.00 WIB, suara adzan berkumandang. Tepat saat menuju mushola aku melihatnya, lelaki yang selama ini selalu aku sakiti tapi tetap menyayangiku. Entah sudah berapa lama kami berpacaran, namum hatiku masih saja bukan untuknya. Dia menyalamiku “assalamualaikum, nanti pulang mau diantar sampai rumah?” “waalaikumsalam, gak ahh.. aku bisa pulang sendiri aku kan bukan anak kecil lagi” jawabku sedikit ketus, tetapi masyaallah dia hanya tersenyum ramah. Terkadang aku berpikir untuk putus dengannya, aku tidak ingin membohonginya lebih lama lagi.
Keesokan hari aku bertemu kembali dengannya saat akan berangkat sekolah, dia tidak menyapaku. “kamu kenapa sih?” kutatap dia penuh tanya. “aku tau apa yang kamu pikirkan selama ini, aku tau kalau hatimu bukan untukku. Aku tau semuanya Acha, kenapa kamu tidak bisa mencintaiku seperti aku mencintaimu? Jawablah acha, kumohon!”. Wajahku pucat pasi, tanganku gemetaran, badanku keringat dingin. Aku kaget setengah mati mendengarnya, ucapan itu bak halilintar yang menyambar ku di siang bolong. “kamu kenapa ngomong gitu, aku sayang kok sama kamu. Kamu jangan pernah mikir gitu lagi ya sayang, cintaku cuma buat kamu kok. Sudahlah ayo berangkat sekolah, keburu telat nih.” Hanya itu yang bisa aku katakan.
Saat tiba di sekolah aku duduk termenung dipojokan kelas, sendirian dan mulai berpikir. Apakah aku salah? Apakah yang aku lakukan sekarang ini benar? Kenapa aku tidak jujur pada hatiku Tuhan? Aku memang mencintainya tapi itu dulu, dulu sekali. Batin dan pikiranku terus berkecamuk tak tentu. “Acha!!!!” kata itu membuyarkan lamunanku. “apasih, brisik tauk.. jangan pernah teriak di telingaku!! Sakit nih.” Bentak ku pada sahabatku satu ini, Reya. “kamu lagi galau ya? Kok bengong terus daritadi, kalo ada masalah cerita dong! Katanya sahabat, sahabat itu harusnya berbagi cerita senang maupun duka bukannya kaya gini. Itu sih kalo kamu masih nganggap aku sahabatmu ya cha.” Sepertinya Reya sebal dengan perkataanku padanya tadi, dia gadis cantik berkerudung dengan tubuh ideal, berkulit sawo matang dan sangat ramah tapi brisik minta ampun. Aku sangat menyayangi sahabatku ini.
“Rey, menurutmu apakah aku harus jujur pada Diki kalau aku sudah tidak mencintainya lagi? Jujur aku sudah tidak tahan dengan semua ini. Aku sudah tidak sanggup lagi berbohong padanya. Cintanya yang begitu tulus padaku, senyumnya yang ramah, belaiannya yang penuh cinta kasih dan hangat membuatku nyaman bersamanya. Tapi apakah ini hanya rasa nyaman, karena nyaman belum pasti cinta.” Kataku sambil terisak. “yahhhh.... menurutku ya cha, kamu jujur aja deh sama dia. Berbohong terus-terusan itu gak baik loh cha. Coba deh kamu bayangin suatu saat dia udah sayang banget nget nget sama kamu terus mau ngelamar kamu terus kamu mau gimana? Nolak dia? Kamu jahat banget tauk Cha. Bisa-bisa dia bunuh diri gantung di pohon kelapa, kan serem cha. Hiiiiiiiii aku jadi merinding nih, terus kalo nanti arwahnya gentayangan gimana coba? Terus dia ngejar kamu terus.” Reya semakin gak jelas, tanda-tanda dia laper. “Reya, kok kamu malah bikin aku parno gitu sih. Aku ini minta pendapat kamu, ehh kamu malah nakut-nakutin aku kaya gini. Kamu gimana sih? Kamu malah memperkeruh suasana tau gak. Please Rey, sekali ini aja jangan bercanda, serius dong sekali-kali. Aku bakal mutusin dia secepatnya Rey.” Kataku pasti.
Sebulan telah berlalu, aku sudah mantap akan menjomblo untuk sementara waktu. Laki-laki jangkung dan berkacamata itu telah menungguku di depan rumahku. “hai sayang, kamu cantik sekali.” Sapanya dengan mengelus rambutku. “iya yang makasih, jadi main gak?” kataku. “jadi sayang”. Seperti remaja pada umumnya, dinner super romantis. Aku harus mengatakannya, “yang maaf kita udah gak cocok kita harus putus. Aku minta maaf kalo aku baru bilang sekarang, aku udah lama gak ada rasa lagi sama kamu jadi mendingan kita udahan aja ya.” Wajah laki-laki itu pucat pasi, matanya memerah dan tangannya gemetaran. Aku sangat merasa bersalah karena itu, aku memegangnya. Aku terkejut badannya sangat panas, ternyata sedari tadi dia sedang demam dan memaksakan diri hanya untuk pergi denganku. “aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin apapun kecuali kamu. Aku akan melakukan apapun yang kau minta asalkan jangan menyuruhku pergi dari sisimu. Aku takut kamu kenapa kenapa, kamu kan gak pernah bisa melakukan apapun sendirian sayang.” Katanya sambil tersenyum tapi dengan derai air mata. Aku pun akhirnya pasrah, tetap disisinya dengan kasih sayangnya. Memang terkadang dicintai lebih menyenangkan daripada mencintai. Sakit sekali saat melepaskannya, aku sadar cinta tidak menyadari kedalamannya dan akan terasa saat perpisahan tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

Miracle in December


Seruan kicau burung di pagi hari membangunkan tidur lelapku, kuusap kedua mataku dan segera bangun. Membuka jendela, merasakan sejuknya udara pegunungan. Tetesan embun di dedaunan membuatku takjub, duduk diam dan berkata “terimakasih Tuhan, engkau masih membangunkanku dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun bersama orang-orang yang aku sayang.” Tak henti-hentinya aku mengucap syukur pada Tuhan berkat kemurahan hatinya aku masih bisa bernafas menikmati keindahan dunia ini.
“selamat pagi Rika” sapa kedua orangtuaku, orang yang paling berharga dihidupku. Aku rela melakukan apapun demi kedua orangtuaku tercinta, bahkan bila harus menjual ginjalku untuk mereka aku rela. Kami hidup bahagia dan kecukupan, “sarapan dulu Rika, nanti mag kamu kambuh kalo gak sarapan” kata mamaku sedikit membentak. Mamaku memang sedikit galak, beliau seorang ibu rumah tangga bertubuh gemuk dan sederhana. Berbeda dengan papaku yang sangat modern style dan jarang berbicara, tetapi sering memukulku. Aku hidup di keluarga yang labil, terkadang lembut tapi juga kasar. Aku sudah kebal sekarang, karena sering dipukul ditendang ditempeleng dan dibanting juga pernah. Sakit hati ini kalau mengingatnya.
Akhir-akhir ini penyakitku sering kambuh. Aku mulai sering merasa pusing, lemah, letih, dan lesu. Aku memang kekurangan darah merah dan terlalu banyak darah putih di tubuhku. “brukkkk....” aku pinsan. “Rika.. Rika.. bangun sayang, jangan membuat mama khawatir. Kamu kenapa sayang, apa yang sakit.” Kata mamaku panik dan terus-terusan menangis. “papa, Rika pinsan pa. Gimana ini pa? Mama takut dia kenapa-kenapa.” Mamaku menelpon papaku dengan suara yang panik. “mama tenang, Rika anak yang kuat kok. Rika tidak akan kenapa-kenapa ma, mama tenang ya.... jangan panik, papa telpon taksi sekarang dan bawa Rika ke Paviluin. Papa yang akan mengurus surat rawat inapnya.” Kata papaku menenangkan hati mama. Setelah mamaku mulai tenang beliau membawaku ke Paviliun untuk periksa dan rawat inap. Setelah aku sadar ternyata aku sudah diinfus, rasanya sakit dan pegal sekali. Badanku lemas, nafasku sesak, aku sulit membuka mata dan bergerak.
 “Rika.. kamu sudah sadar sayang? Mama dan papa sangat khawatir sama kamu.” Kata mamaku sambil berlinang air mata. Saat itu aku mulai menangis, aku tidak tega melihat kedua orangtuaku begitu panik dan takut. Aku sadar, ternyata mereka sangat menyayangiku “lebih dari apapun. Seketika aku mulai berpikir, kenapa mereka sangat kasar padaku kalau mereka menyayangiku? Aku tidak habis pikir. Mereka yang tega memukulku sampai aku hampir pinsan, mereka yang tidak pernah lembut padaku ternyata begitu terpukul saat melihatku tergolek lemah di tempat tidur rumah sakit.
“tokk.. tokk.. tokk.. bagaimana Rika? Apa keluhannya? Kamu sangat kekurangan cairan.” Kata dokter menyeramahiku. “hehehe emang sampe segitunya ya dok? Pantes sehari aja infusnya 12. Cuma pusing, demam, badannya sulit digerakkan dok. Terus sama perut bagian kiri bawah sakit sekali. Kenapa ya dok?”. “Jadi begini Rika, setelah dilakukan cek darah, kamu terkena gejala leukemia. Tapi ini hanya gejala, jadi kamu akan diberi obat untuk menambah darah merah dan menekan darah putih. Darah putihmu semakin tinggi karena ada infeksi di usus besarmu disebabkan parasit yang bersarang disana. Kalau tidak segera diobati kamu bisa terkena leukemia lo Rika.” Kata dokter menjelaskan. “apa dok? Leukemia? Kok bisa dok?” kataku panik. “Iya tentu, ini baru gejala Rika. Mungkin dalam silsilah keluarga kamu ada yang pernah terserang penyakit mematikan itu. Maaf pak, apakah anda memiliki keluarga yang terkena leukemia?” tanya dokter pada papa. “iya dok, adik saya meninggal saat berusia 16 tahun karena menderita leukemia stadium 4.” Papa menjelaskan sambil berkaca-kaca. “bapak tidak perlu khawatir, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengobati putri bapak. Ini baru gejala pak, ini belum terlanjur dan dapat diobati. Ini resepnya, di rumah sakit ini tidak tersedia obat tersebut, jadi bapak dapat membelinya hanya di apotek besar. Cepat sembuh ya Rika, jangan lupa diminum obatnya.” Kata dokter sambil menyuntikan ku obat.
Tepat hari ini, 14 desember 2014 usiaku 16 tahun, apakah aku akan segera mati Tuhan? Apakah aku tidak bisa mengucapkan syukur padamu lagi saat pagi hari seperti biasanya. Apakah kau akan segera mencabut nyawaku Tuhan? Aku belum bisa membahagiakan kedua orangtuaku Tuhan. Aku mohon padamu, sembuhkanlah penyakitku Tuhan, kumohon padamu!
Semakin hari kondisiku mulai membaik, setelah seminggu dirumah sakit aku diperbolehkan pulang. Orang tuaku sangat bahagia, aku melihat mereka tersenyum dan tertawa. “Papa dan mama minta maaf ya Rika, kami sering berbuat kasar sama kamu. Kami janji, mulai sekarang kami akan bersikap lebih baik dan lebih menyayangi kamu. Kamu pasti sembuh sayang, papa yakin itu.” Kata kedua orangtuaku sambil memegang tanganku. “iya pa ma, aku juga minta maaf karena merepotkan papa dan mama. Aku sangat sayang kalian, terimakasih pa ma.” Kataku sambil menangis. Terkadang Tuhan memberikan kita ujian untuk menjadikan kita menjadi lebih baik. Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang berat sampai umatnya tidak sanggup memikulnya.

Minggu, 18 Oktober 2015

Cerpenku, broken heart


Di pagi hari hujan gerimis turun, saat itu aku berharap hujan gerimis menjadi hujan deras, sederas air mataku yang terus terusan mengalir. Percikan air hujan seakan menyadarkanku bahwa aku harus segera bangkit dan berhenti menangis. Angin bertiup lembut menyapu rambut lurus sebahu yang menutupi wajahku, membuatnya tersibak kebelakang sehingga terlihat wajah murung penuh derita. Hatiku sakit, pikiranku kacau, aku seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup sama sekali. Ingin rasanya aku menaiki pesawat jet lalu bertabrakan dengan planet lain dan akhirnya aku mati. Mungkin bila aku mati seperti itu aku tidak akan merasa sakit, pikirku tidak jelas.
Sampai di sekolah teman-teman memberiku pertanyaan bertubi-tubi “Kamu putus? Kenapa putus sih, padahal kalian cocok.” Seketika tangisanku tumpah kembali, layaknya bendungan yang tanggulnya sudah tidak sanggup mehanan tekanan dan menumpahkan beribu-ribu liter air ke luar. Teman-teman yang tadi menanyaiku mulai memelukku erat dan berkata “Maafkan aku ya, aku tidak bermaksud membuatmu menangis. Jangan menangis hanya karena laki-laki itu, kumohon.” Aku malah semakin keras menangis histeris dan berteriak “Aku mencitainya, aku tidak bisa hidup tanpa dia, aku akan memberikan apapun yang aku punya untuk dia. Aku mohon, mintalah dia untuk tetap disini disampingku.” Aku menangis histeris dan tersedu-sedu. Bola mataku merah, kantung mataku terlihat jelas, ingusku dan air mataku mengalir tak henti-henti.
Bel sekolah berbunyi “tet.. tet.. tet..” tanda pelajaran sudah dimulai. Pagi itu hari jumat, pelajaran pertama adalah olahraga. Aku berusaha untuk tetap tegar dan tidak menangis, berpura-pura tertawa dan tersenyum sebisaku dan berharap itu dapat menutupi kesedihanku. Rasanya berpura-pura bahagia itu perih, sakit sekali seperti tersayat sayat belati yang telah diasah sampai kulit dan lemak dapat terpisah dengan satu goresan.
“haiii... kok ngalamun.” Sapa mila “Ahhh nggak kok, aku cuma lagi lihat awan aja. Tumben ya mendung, biasanya kan panas banget.” Kataku. “Kamu lihat awan apa cogan sih?” fifi menggodaku. “Hehehe beneran kok lihat awan, sumpih. Tapi kalo ada cogan lewat ya dilirik gapapa dong, kan sekarang udah jombo.” “hahahahahahahahahahahaha, cie yang jomblo cepet dapet pacar ya” kata lita. Aku hanya bisa mengamini dan berdoa semoga aku dapat melupakannya. “yuk kantin, laper nih belum sarapan” kataku. Kemudian seperti biasa aku dan teman-teman yang lain makan bersama. Di dalam hatiku masih sakit, dan tak henti-hentinya mengingat kenangan yang aku lalui bersamanya.
Saat kembali ke kelas aku melihat seorang laki-laki yang menurutku OK, melihatku dan tersenyum padaku, ada semburat merah di kanan dan kiri pipinya. Entah kenapa aku bahagia, aku sangat bahagia saat melihatnya. Sampai aku sedikit melupakan rasa sakitku yang aku pikir patah hati akut yang tidak bisa disembuhkan. Sampai akhirnya dia mengatakan “Kasih pinmu!” Aku kaget seolah tak percaya, tapi sepertinya dia biasa saja saat mengatakannya. “ohh OK, scan barcode.” Aku gugup setengah mati,sampai tangan ku berkeringat dingin. Aku ingat, aku telah memendam perasaan padanya cukup lama tetapi aku sadar diri saja.
Malam harinya dia BBM “selamat malam cantik, lagi sibuk nangis ya?” “Nggak kok cuma lagi sedih aja, maklum habis putus, hahahaha” jawab ku. Selang beberapa saat HP ku berbunyi, dia mengirimi ku voice note. Aku langsung mendengarkannya, dia menyanyikanku lagu Last Child – Pedih. Hatiku berdegup kencang, aku langsung berhenti menangis, aku seperti terbang ke awan karena suaranya. Aku jatuh cinta padanya, benar benar jatuh cinta, aku sadar aku tidak bisa menutupi rasa cintaku padanya lagi. Suaranya dan gitarnya seakan menjeratku untuk tidak pergi darinya, melupakan semua kisahku dengan mantanku lalu membangun hubungan yang baru. HP ku berbunyi lagi, “Heh, kok gak dibales? Jelek ya? Kamu ga suka ya? Aku minta maaf klo ga suka, itu liriknya ada yang aku ganti lo. Kamu tau gak yang tumpahkan sakit itu dalam tangismu, itu aku ganti soalnya aku ga mau kamu nangis terus. Kamu pengen lagu apa sih?” katanya. “Aku suka lagu itu kok, aku gak akan nangisin mantanku lagi mulai sekarang, hehehe. Maksih ya, kamu udah bikin aku sadar. Aku tau aku sangat beruntung”. Hari itu adalah hari dimana aku menemukan semangat hidupku yang baru, bersamanya. . Karena cinta kasih didalam hati itu terbagi-bagi bagikan dahan pohon cedar. Jika pohon itu kehilangan satu dahan yang kuat, maka ia akan menderita namun tidak mati. Pohon itu akan menumpahkan seluruh daya hidupnya ke dalam dahan berikutnya, sehingga ia akan tumbuh dan mengisi dahan yang kosong.

Senin, 12 Oktober 2015

Budaya orang Jepang yang bikin kaget!!!

1. Lingkungan yang sangat bersih


japan (1)
Source: http://travel.detik.com/read/2015/06/04/190742/2933795/1520/1/hentai-love-hotel–aneka-hal-yang-bikin-kaget-di-jepang
Jepang terkenal dengan kebersihannya, merka sangat mencintai daerahnya, jadi kalau lingkungan daerahnya kotor masyarakatnya akan dicap jelek dan mereka tidak mau seperti itu.

Budaya bersih ini sangat membudaya dan sudah tertanam sejak dahulu. Dan pemerintah setempat menjaga warisan budaya ini dengan baik dengan menyediakan tempat sampah dimana mana yang terbagi dalam beberapa jenis sampah, dari sampah kering, sampah basah, sampah koran dan majalah, serta sampah yang berupa botol supaya mudah dalam pemilahannya.

Jadi jangan heran kalau kota ini sangat bersih!

2. Orang-orang yang berjalan cepat


japan (2)
Source: http://travel.detik.com/read/2015/06/04/190742/2933795/1520/1/hentai-love-hotel–aneka-hal-yang-bikin-kaget-di-jepang
Bagi orang jepang waktu adalah segalanya, mereka sangat menghargai waktu dan mereka tidak mau terlambat apalagi membuang waktunya percuma. Bagi mereka terlambat adalah hal yang sangat memalukan.

Bagi wisatawan yang belum terbiasa, melihat orang yang berjalan cepat akan menjadi kaget. Anda harus berada di pinggir kalau di trotoar atau berada di kiri jika sedang berada di eskalator.

3. Orang-orang yang malu untuk difoto


japan (3)
Source: http://travel.detik.com/read/2015/06/04/190742/2933795/1520/1/hentai-love-hotel–aneka-hal-yang-bikin-kaget-di-jepang
Orang Jepang kebanyakan malu untuk difoto. Mereka akan menundukan kepala, berjalan lebih cepat atau berbalik badan. Mereka sangat menghargai privasi dan tidak senang kalau dipotret oleh orang yang tidak dikenal.

Walaupun begitu, bukan berarti mereka ini sombong, mereka sangat ramah ketika anda meminta bantuan dan mereka akan senang hati membantu.

4. Orang tua yang masih kuat dan sehat


japan (4)
Source: http://travel.detik.com/read/2015/06/04/190742/2933795/1520/1/hentai-love-hotel–aneka-hal-yang-bikin-kaget-di-jepang
Orang tua disana banyak yang masih sangat sehat, rahasianya adalah terus bergerak untuk menjalani kehidupan. Karena dengan begini melatih fisik mereka yang sudah dimakan usia.
.

Ucapan selamat dan salam dalam bahasa Jepang

SALAM DAN SAPAAN
OHAYOU GOZAIMASU : SELAMAT PAGI
KONOCHIWA : SELAMAT SIANG/SORE/ APAKABAR?
KONBANWA : SELAMAT MALAM
OYASUMINASAI : SELAMAT MALAM/TIDUR
MOSHI-MOSHI : APA KABAR?
IKAGA DESUKA : APA KABAR?
SHITSUREI SHIMASU : PERMISI

UCAPAN SELAMAT UNTUK PERAYAAN TERTENTU
SHINEN OMEDETOU GOZAIMASU : SELAMAT TAHUN BARU
TANJOUBI OMEDETOU GOZAMASU : SELAMAT ULANG TAHUN
LEBARAN OMEDETOU GOZAIMASU : SELAMAT HARI LEBARAN
KURISUMASU OMEDETOU GOZAIMASU : SELAMAT HARI NATAL
SHOUGOKU-SHIKIN OMEDETOU GOZAIMASU : SELAMAT MEMPEROLEH BEASISWA
KEKKON-SHIKI OMEDETOU GOZAIMASU : SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU
PERKENALAN
A :hajimemashite. watashi wa ....desu ( perkenalkan , saya adalah ..............)
douzo yoroshiku ( merupakan salam perkenalan yang dapat berarti senang bekenalan dengan anda)
dan dijawab :
B : kochirakoso douzo yoroshiku (merupakan pernyataan balasan dalam perkenalan , dapat berarti : "sama-sama")
contoh :
A : hajimemashite , watashi wa teguh desu . douzo yoroshiku
B ; kochirakoso douzo yoroshiku
MENANYAKAN KEADAAN
o genki desu ka? (berarti : apa khabar?)
dan dibalas :
hai, genki desu . Arigatou gozaimasu (berarti : "ya , baik ,terima kasih )
UCAPAN TERIMAKASIH
mengucapkan terima kasih ada beberapa cara, tergantung dengan siapa berterima kasih , apakah orang yang lebih dihormati atau antar teman yang tidak resmi,
ada beberapa tingkatan :
doumo : secara singkat tidak formil doumo arigatou : secara umum doumo arigatou gozaimasu : secara formil

bila orang mengucapkan terima kasih , kita dapat membalas dengan mengatakan :
douitashimashite ( yang dapat berarti : terima kasih kembali )
contoh :
A : douzo (silahkan )
B : arigatou gozaimasu
(terima kasih)
A : douitashimashite
(sama-sama)

SALAM KETIKA MAKAN
sebelum makan , orang jepang mengatakan : Itadakimasu
dan sesudahnya ,mereka mengatakan : gochisou sama deshita

SALAM SETELAH BEKERJA
A: otsukaresama deshita (salam setelah kerja)
B: Doumo mata ashita ( mari, sampai besok)
SALAM PENGANTAR KEPERGIAN

A : Itterasshai (salam pengantar kepergian)
B : ittekimasu ( pergi dulu)
SALAM KETIKA DATANG
A : tadaima (saya pulang)
B: Okaerinasai (salam menyambut kedatangan)
*) ingat film DORAEMON , ketika Nobita pulang ke rumah ia selalu mengatakan "Aku pulang"...
atau film Crayon Sinchan...dimana si ibu selalu mengingatkan sinchan untuk berkata "aku pulang "
ketika sinchan pulang dari sekolah...

UCAPAN PENYESALAN ATAU MAAF
Bila kita menyinggung perasaan atau berbuat tidak sopan kepada seseorang atau sesuatu kejadian yang tidak disengaja, sebaiknya kita meminta maaf.

SHITSUREI SHIMASU : MAAFKAN SAYA(formal)
GOMEN NASAI : MAAFKAN SAYA
OSOKU NATTE SUMIMASEN : MAAFKAN ATAS KETERLAMBATAN SAYA
SUMIMASEN : MAAF/PERMISI/NUMPANG TANYA